Transparansi Dipertanyakan, Penebaran Bibit Ikan Baung Diduga Tak Sesuai Jumlah

Transparansi Dipertanyakan, Penebaran Bibit Ikan Baung Diduga Tak Sesuai Jumlah

 

Baturaja | detik-investigasi. com – Kegiatan penebaran bibit ikan baung di Sungai Lengkiti, Desa Pajar Bulan, Kecamatan Lengkiti, OKU, menyisakan tanda tanya serius. Dari total 20 kantong bibit yang dibawa Dinas Perikanan OKU, hanya 14 kantong yang benar-benar dilepas ke sungai. Enam kantong lainnya justru terlihat dibawa oleh sejumlah warga tanpa penjelasan tujuan maupun alasan pemindahannya.

Dinas Perikanan sebelumnya menyebut menyiapkan sekitar 3.000 ekor bibit ikan baung yang dikemas dalam 20 kantong. Dengan asumsi merata ±150 ekor per kantong, maka jumlah bibit yang ditaburkan hanya sekitar 2.100 ekor, sementara ±900 ekor bibit tidak jelas nasibnya.

Kronologi di Lapangan

Awak media sudah berada di lokasi sejak pukul 10.00 WIB dan menunggu di kediaman Kepala Desa Pajar Bulan. Ketua BPD, Muin, menyambut wartawan sambil menunggu kepala desa yang saat itu berada di kebun. Informasi awal menyebutkan bahwa penebaran dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Camat Lengkiti yang baru, Eldaniati, STP., MM., tiba di lokasi dan sempat menimbulkan suasana kaku setelah mempertanyakan kehadiran awak media. Ketika sesi foto di pinggir sungai berlangsung, upaya awak media menyapa kembali juga tidak mendapat respons.

Proses penebaran berjalan cepat. Dari pengamatan langsung, hanya 14 kantong yang dilepas ke sungai, sedangkan enam kantong lain dibawa oleh warga tanpa adanya penjelasan dari pihak penyelenggara. Tidak ada klarifikasi dari kepala desa, camat, maupun pihak dinas mengenai perbedaan tersebut.

Kekhawatiran Publik: Jangan Sampai Hanya Seremonial

Kejanggalan ini juga memunculkan kekhawatiran masyarakat. Jangan sampai publik menduga bahwa kegiatan penyebaran ikan di berbagai titik di OKU yang dilaksanakan Dinas Perikanan menggunakan anggaran APBD hanya bersifat seremonial. Hilangnya sebagian bibit di Lengkiti bisa memicu dugaan bahwa ada pihak tertentu”oknum yang tidak bertanggung jawab”yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dari program pemerintah tersebut. Transparansi dan pengawasan kegiatan penebaran ikan ke depan harus diperketat agar tidak membuka ruang penyimpangan.

Keterangan Pihak Dinas

Sebelum kegiatan berlangsung, salah satu awak media menghubungi pejabat Dinas Perikanan, Zuhri, untuk meminta keterangan. Ia menyebut bahwa pihaknya tidak memiliki anggaran publikasi, dan kondisi serupa juga diakui oleh pihak kecamatan maupun desa.

Hingga kegiatan berakhir, tidak ada satu pun penjelasan resmi mengenai hilangnya enam kantong bibit ikan tersebut. Ketidaksinkronan data ini menambah catatan penting bagi publik terkait transparansi penggunaan dana daerah.

Perlu Klarifikasi Resmi

Perbedaan antara jumlah kantong yang dibawa dengan jumlah yang dirilis ke sungai menguatkan dugaan adanya penyimpangan. Pihak terkait diminta memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan spekulasi lebih jauh dan untuk memastikan bahwa program penebaran bibit ikan benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan pihak tertentu.(Ril/thr/)

Related posts
error: Content is protected !!
Tutup
Tutup